Tikus Bersarang di MK Prestasi atau Pengalihan sekedar ISU

Tikus Bersarang di MK Prestasi atau Pengalihan sekedar ISU

Hancur…..hancuurrrrr negeri ini….

Mungkin itu sedikit gambaran luapan emosi masyarakat melihat tertangkapnya pimpinan MK (Mahkamah Konstitusi). Miris rasanya melihat lembaga yang diyakini sebagai satu-satunya lembaga peradilan yang paling bersih dari Korupsi itu ternyata juga tidak mau ketinggalan trend bahwa “KORUPSI ITU INDAH” ( menurut para koruptor ). Akil Mochtar adalah ketua Mahkamah Konstitusi yang ditangkap KPK dirumah dinasnya di Jalan Widya Chandra 3 No. 7 Jakarta Selatan pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2013 malam. Dia ditangkap dengan dugaan kasus suap terkait sengkata Pilkada di salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah.

MK sejatinya adalah lembaga yang bersih dari praktek Korupsi. Di masa kepemimpinan Jimly Asshiddiqie, kemudian berlanjut masa kepemimpinan Mahfud MD, MK menunjukkan dan membangun integritas lembaganya sebagai lembaga yang tidak dapat disuap. Namun kewibawaan itu hancur ketika KPK menangkap tangan Ketua MK yaitu Akil Mochtar.

Ironis memang ketika kepercayaan rakyat dihianati oleh satu-satunya lembaga pengawal kostitusi, dimana jati diri Negara hukum di pertaruhkan atau ditancapkan dipundak lembaga ini dan masihkah kita dapat berkata dengan kepala tegak bahwa kita Negara Hukum. Ada banyak noda hitam yang perlu kita lihat sebelum kita mengatakan hal itu, misalnya kita tidak berani menghakimi Alm. Soeharto padahal secara jelas dan gamblang korupsi yang dilakukannya dan  kemudian yang masih belum jelas penyelesaiannya yaitu kasus Bank Century dimana diduga melibatkan orang nomor 1 di negeri ini.

Andaikan saja Kasus Soeharto berhasil diselesaikan, bukan tidak mungkin Negara ini akan menjadi Negara maju yang bebas dari Korupsi. Belum lagi kasus yang tidak kunjung selesai, yaitu Kasus Bank Century. Telah ditengarai kasus Bank Century tersebut dilakukan oleh orang-orang yang sangat berpengaruh di Negeri ini, bahkan orang nomor 1 di Negari ini sehingga terkait dengan ambur adulnya sistem hukum Negara ini tidak salah jika kasus Bank Century adalah salah satu sebabnya.

Kita mungkin masih ingat aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di gedung KPK yang dalam orasinya mahasiswa meminta KPK untuk segera membongkar kasus yang merugikan Negara kurang lebih 6 Trilyun itu. Kemudian pernyataan salah satu terpidana kasus Bank Century yaitu Robert Tantular di media elektronik yang mengatakan bahwa dia adalah kambing hitam dari kasus tersebut, kemudian Robert Tantular juga mengungkapkan berbagai kejanggalan dalam proses penyelesaian kasus Bank Century yaitu ketika dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK Robert Tantular telah mengungkapkan berbagai fakta-fakta akan tetapi KPK seperti tidak menindak lanjuti fakta itu. Dari sini kita harusnya bertanya dalam diri kita, ada apa Di balik tertangkap tangannya pimpinan MK? Apakah itu suatu prestasi atau sekedar pengalihan isu atau pembodohan publik?

 

Menurut hemat kami begitu banyak kejanggalan-kejanggalan yang menyesatkan pola pikir kita terkait berbagai proses penegakan hukum di negeri ini. Kejanggalan-kejanggalan itu merupakan wujud dari politik yang terlalu dalam mencampuri urusan hukum, karena sejatinya politik tidak bisa dicampur adukan dengan hukum sampai kapan pun. Terkait kasus suap di MK… apakah hal ini telah terjadi pada jamannya sebelum Akil Mochtar? Hanya Mahfud MD-lah yang tahu.

By:

Pipon Rudiantono, S.H., M.H.

Gigih Setiawan, S.H

 

Junior Managing Partners at “Drs. Harlem Napitupulu, S.H. & Associates”

lawyer_surabaya-indonesia

Drs. Harlem Napitupulu, S.H & Associates

LAWYER SURABAYA INDONESIA | KANTOR HUKUM DAN PENGACARA - HARLEM NAPITUPULU

Website: www.harlemnapitupululaw.com

Butuh bantuan hukum ?

Hub (031) 5349097